Tuhan menciptakan manusia itu manifesto dari Tuhan
itu sendiri . Tuhan itu tidak bisa dibayangkan bagaimana wujudnya , semakin
anda membayangkan Tuhan itu maka anda akan semakin kebingungan . Manusia
diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini . Manusia harus bisa
mengatur dirinya sendiri dan dapat mengatur orang lainnya . Namun terkadang
manusia itu lalai , mereka bisa mengatur dirinya sendiri , namun tak bisa mengatur
orang lainnya .
Menurut Bapak Menteri Pendidikan Indonesia yang
pertama , yakni Ki Hajar Dewantara bahwa manusia itu titahing Gusti . Apa sih
itu titahing Gusti? Nah titahing Gusti disini bisa dimaksudkan bahwa manusia
memiliki tugas sebagai penyampai kebaikan kepada manusia yang lainnya.
Manusia diciptakan sebagai khilafah dibumi karena
bumi sebagai pusat dari tata surya , entah anda penganut heliosentris ataupun
geosentris . Manusia harus bisa menjadi teladan diri sendiri ataupun bisa
mengatur orang lainnya. Manusia harus benar benar bisa menjaga alam di bumi ,
menjaga berkelangsungan hidup di muka bumi , menghindari hal hal buruk yang
bisa merusak bumi ini . Manusia harus bisa mengupayakan beberapa hal untuk
menjaga di bumi . Dan harus menghindari hal hal yang tidak diinginkan .
Menghindari penebangan hutan secara liar , tidak untuk membuang sampah
sembarangan . Hal kecil ini dapat menyelamatkan bumi dari kehancuran . Karena
sebagai khilafah manusia memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk
menjadi pemimpin dimuka bumi ini .
Ada suatu cerita yang disampaikan oleh Bapak Aniq ,
suatu ketika di sebuah ppondok pesantren yang ada para santri ada yang santri
yang sudah lama dan masih ada santri baru , santri yang sudah lama ini membawa buku
yang banyak dan kemudian santri yang baru ini berkatawah ,, kitabnya banyak .
Pada akhirnya para santri berdiskusi bersama , santi
lama memiliki pernyataan “ kenapa ketika dzikir ada orang yang menggelangkan
kepala?” santri lama pun memikirkan dengan amat serius . Hingga diskusi hingga
malam , kemudian pada malam itu Pak Kiai datang , para santri menundukkan
kepala , pak Kiai meminta pada santri kopi , kemudian dituang pada gelas dan
diberi pak kiai . Kemudian pak Kiai meminum dan berkata “ MasyaAllah , enak e
kopi iki” sembari meminum menikmati kopi
menggelengkan kepala . Akhirnya santri baru menemukan jawaban bahwa hanya
meminum kopi saja nikmatnya bisa sampe menggelengkan kepala , bagaimana dengan
nikmatnya dzikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar