Mendengar adalah suatu kegiatan yang terbilang cukup sulit.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai indera untuk melakukan aktivitas .
Manusia diciptakan dengan memiliki 2 telinga dan 1 buah mulut , hal ini mungkin saja bisa dimaksudkan agar manusia itu lebih sering untuk mendengarkan daripada banyak bicara.
Mendengar ini merupakan sesuatu yang abstrak , artinya disini mendengar itu tidak dapat untuk dilihat tetapi dapat dirasakan.
Orang yang diam itu belum tentu dia tidak aktif , tapi mungkin saja dia sedang mengoptimalkan pendengar dan akalnya untuk memperoleh sesuatu informasi.
Didalam format materialisme manusia yang dilihat hanya yang tampak tampak saja .
Dan tetapi tidak selamanya yang diam itu tidak memiliki daya , tapi didalam metafisika dia bergerak dalam dirinya . contoh saja kursi , meja ataupun benda mati lainnya yang seolah tak hidup.
Didalam dunia pendidikan kita harus mencari haqiqi pendidikan itu sendiri.
Banyak tokoh dari barat yang mencetuskan idenya .
Namun disini kita akan membicarakan tentang salah satu tokoh pendidikan nasional.
Nama beliau adalah Ki Hajar Dewantara , dengan nama asli Suwardi Suryaningrat.
Pemilihan nama Ki Hajar Dewantara dipilih karena agar beliau dapat berbaur dengan masyarakat dengan menutupi keningratannya , selain itu pemilihan nama tersebut tak lain adalah dari kata ajar yang artinya memberi pengajaran kepada khalayak umum.
Menyoroti tentang pendidikan nasional , kita harus bisa memberi rasa cipta pada pendidikan yang berada di tanah air Indonesia.
Pendidikan nasional ini bisa dicapai dengan salah satunya yaitu melalui kemerdekaan.
Kemerdekaan ini ialah memahami tentang batasan batasan yang ada.
Seperti halnya yang disampaikan oleh cak nun
Yakni menungso kui kudu ngerti watese.
Kemerdekaan tersebut dapat tercapai dengan :
1. Berdiri sendiri
2. Tidak bergantung pada orang lain
3. Dapat mengatur dirinya sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar